Senin, 24 Desember 2012

Bahan Dasar Pupuk Organik Padat Dari Kotoran Hewan


Bahan dasar pupuk organik padat dapat berupa humus, kompos, kotoran hewan, ataupun pupuk hijau. Pupuk organik padat komersial saat ini umumnya berasal dari kotoran hewan atau kompos. Pupuk organik dari kotoran hewan di sebut sebagai pupuk pupuk kandang. Hewan ternak yang banyak dimanfaatkan kotorannya antara lain ayam, kambing, sapi, kuda, dan babi. Kotoran yang dimanfaatkan bisa berupa kotoran padat atau cair yang digunakan secara terpisah maupun bersamaan.
Pupuk kandang mengandung unsur hara lengkap yang dibutuhkan bagi pertumbuhan tanaman karena mengandung unsur makro seperti nitrogen, fosfor, serta kalium, dan unsur mikro seperti kalsium, magnesium, dan sulfur. Komposisi kandungan unsur hara pupuk kandang sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain jenis hewan, umur, keadaan hewan, jenis makanan, bahan hamparan yang dipakai, perlakuan, serta penyimpanan sebelum diaplikasikan di lahan. Di samping mengandung unsur hara makro dan mikro, pupuk kandang juga dilaporkan mengandung hormon seperti creatin, asam indol asetat, dan auxin yang dapat merangsang pertumbuhan akar. Namun, seberapa jauh tingkat keakurasiannya masih perlu diteliti lebih lanjut. Kandungan hara pupuk kandang sangat ditentukan oleh kandungan hara yang terkandung pada kotoran hewannya.

Kotoran ayam yang digunakan sebagai pupuk organik
 
Semakin tinggi nilai bahan kering maka bahan dasar pembuatan pupuk akan lebih banyak diperoleh dalam satuan berat hewan. Sebagai gambaran, dalam satu kilogram kotoran babi diperoleh 15% bahan kering atau sekitar 150 gram. Kotoran sapi sebanuak satu kilogram diperoleh bahan kering sekitar 500 gram (50%). Sementara dari kototran ayam diperoleh sekitar 750 gram dari setiap kilogramnya. Pupuk organik padat dari kotoran hewan lebih banyak dikomersialkan daripada kotoran cairnya. Ini disebabkan oleh ketersediaan di lapangan. Kotoran hewan dalam bentuk padat lebih banyak tersedia dibandingkan dengan kotoran hewan cair. Namun, pada dasarnya perbandingan penyebaran kandungan unsur kotoran padat dan cair tidak terlalu jauh berbeda.
 
Seperti umumnya pupuk organik, pupuk kandang melepaskan unsur hara secara bertahap. Sepertiga sampai setengah N-organik dari pupuk kandang akan dilepaskan pada tahun pertama aplikasi dan sisanya menjadi residu yang akan dilepaskan sekitar 5% setiap tahun. Persentase pelepasan residu tersebut digambarkan dalam Tabel 3. Sementara besarnya kandungan yang dilepaskan oleh asam fosfor adalah seperenam bagian dan kalium setengah bagian pada tahun pertama aplikasi.
 
TABEL 3. PERSENTASE PELEPASAN RESIDU N-ORGANIK DARI PUPUK KANDANG



Tahun Setelah Aplikasi
Pelepasan Residu N-organik (%)
1
5,0
2
4,7
3
4,5
4
4,3
5
4,1
6
3,9
7
3,7
8
3,6
9
3,4
10
3,2







Sumber : Ohio state University, 1996




Kandungan unsur hara pupuk kandang dapat hilang karena beberapa faktor, antara lain penguapan, penyerapan, dekomposisi, dan penyimpanan. Proses penguapan dan penyerapan dapat menyebabkan hilangnya kandungan hara N dan K rata-rata setengah kadar semula, sedangkan P sekitar sepertiganya. Penyimpanan di tempat terbuka dalam waktu lama akan menambah besarnya kehilangan unsur N. Di samping kehilangan dalam bentuk ammonia (menguap), juga terjadi pencucian senyawa nitrat oleh air hujan. Pencucian ini berlaku juga untuk unsur K dan P. Dalam Tabel 4 digambarkan kehilangan unsur hara dari kotoran kuda dan sapi akibat penyimpanan di tempat terbuka selama 5 bulan.
Secara umum kandungan hara pupuk organik dari kotoran hewan (pupuk kandang) lebih tinggi dibandingkan kompos. Inilah salah satu alasan lebih banyak pupuk kandang yang dikomersialkan dalam bentuk konsentrat daripada kompos.
 
TABEL 4. KEHILANGAN UNSUR HARA DARI KOTORAN KUDA DAN SAPI AKIBAT PENYIMPANAN DI TEMPAT TERBUKA SELAMA 5 BULAN

Unsur
Kehilangan Unsur Hara (%)
Kotoran Kuda
Kotoran Sapi
N
60
41
P2O5
47
19
K2O
76
8
Sumber : Imam Moehali, 1983.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar